Jumat, 08 Juni 2012

Kerangka Karangan Penulisan Ilmiah



1. Judul

2. Lembar Pengesahan


3. Abstrak/Ringkasan


4. Kata Pengantar


5. Daftar Isi


6. Daftar Tabel


7. Daftar Gambar


8. Daftar Lampiran


9. Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan [kalau ada]


10. BAB I Pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, maksud dantujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran)


11. BAB II Tinjauan Pustaka


12. BAB III Bahan dan Metode Penelitian (bentuk penelitian, subjek penelitian, ukuran sampel, definisi operasional, variabel penelitian, prosedur penelitian, cara pemeriksaan/pengukuran, analisis data, tempat dan waktu penelitian, jadwal penelitian, alur penelitian)


13. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan


14. BAB V Kesimpulan dan Saran


15. Daftar Pustaka


16. Lampiran

Selasa, 22 Mei 2012

Paragraf Generalisasi, Analogi, Kausalitas

Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili

Contoh : 
 "Pemerintah telah menjadikan Pulau Komodo sebagai habitat pelestarian komodo. Di Ujung Kulon, pemerintah mebuat cagar alam untuk pelestarian badak bercula satu. Selain itu, sejumlah Undang-Undang dibuat untuk melindungi hewan langka dari incaran pemburu. Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk melestarikan hewan-hewan langka."
 
Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
 
Contoh :
"Perubahan alam semesta yang mengembang dapat dijelaskan dan disimpulkan dari apa yang terjadi pada balon karet yang dikembungkan. Sebelumnya, balon karet itu diwarnai. Ketika dikembungkan, warna pada balon karet itu ikut mengembang. Semakin besar balon itu mengembang, semakin pudar warnanya. Warna itu memudar karena warna makin berkurang dan mengembang. Cahaya bintang-bintang di angkasa juga semakin berkurang intensitasnya. Para ahli menyimpulkan bahwa bintang-bintang itu makin menjauh dari kita dan alam semesta pun mengembang."
Paragraf hubungan sebab akibat (hubungan kausal) adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
 
Contoh : 
 " Sepuluh tahun yang lalu hutan bakau dibabat habis-habisan. Lahan bekas hutan bakau didisulap menjadi tambak-tambak udang windu. Memang, pada waktu itu pengusaha udang windu memperoleh keuntungan besar karena harganya sangat mahal di luar negeri. Akan tetapi, setelah udang windu tidak laku lagi di pasaran internasional, para pengusaha kembali ke kota dan meninggalkan kerusakan lingkungan sebagai akibat dari pembabatan hutan bakau yang telah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Laut menjadi tercemar karena hutan bakau yang berfungsi sebagai penyaring limbah yang masuk ke laut sudah tidak ada lagi. Saat ini, puluhan ribu nelayan sulit menghidupi keluarganya karena tidak ada ikan yang bisa ditangkap di tepi pantai "

Jumat, 06 April 2012

Tempe Bongkrek

Kerangka Karangan

I. Pengertian Tempe Bongkrek

    I.a. Sejarah Tempe Bongkrek dan Pembuatannya

    I.b. Manfaat yang didapat dengan mengkonsumsi Tempe Bongkrek

    I.c. Perbedaan Tempe Bongkrek dengan Jenis Tempe yang lain

II. Kandungan-kandungan yang terdapat didalam Tempe Bongkrek

    II.a. Bahan bahan yang dipakai dalam pembuatan Tempe Bongkrek

    II.b. Nutris-nutrisi yang terkandung di dalan Tempe Bongkrek

    II.c. Bakteri bakteri yang terkandung di dalam Tempe Bongkrek

III. Bahaya Tempe Bongkrek

   III.a. Akibat bagi kesehatan setelah mengkonsumsi Tempe Bongkrek

      III.a.a. Gangguan pada bagian pencernaan

      III.a.b. Keracunan

   III.b. Cara penanggulangan untuk kesehatan setelah mengkonsumsi Tempe Bongkrek

IV. Kesimpulan dan Saran

   IV.a. Penyuluhan kepada masyarakat terhadap bahaya mengkonsumsi Tempe Bongkrek

   IV.b. Pengawasan pemerintah terhadap makanan makanan yang berbahaya